Angkat Ekonomi Perdesaan melalui Musik

8 September 2019 · 00:00 WIB  

Menikmati musik jazz dibalut suasana pedesaan yang tak jauh dari situs bersejarah Candi Borobudur? Pengalaman unik ini dapat Anda nikmati di Balkonjazz Festival.

Ini adalah festival yang menggabungkan kearifan lokal di seputar area Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Candi Borobudur dengan musik. Festival yang baru pertama kali digelar ini dalam rangka memperingati ulang tahun berdirinya Balkondes, yang merupakan program binaan dari 20 BUMN di Indonesia.

Mengusung tema “Nature in Harmony”, festival perdana ini digelar di Venue Balkondes PT Telkom Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 14 September 2019 mendatang.

Foto-foto: Balkonjazz Festival

“Balkondes yang ada di Kecamatan Borobudur ini merupakan wujud dari keprihatinan Menteri BUMN Rini Soemarno saat melakukan kunjungan ke Borobudur,” terang Direktur PT Manajemen CBT Nusantara (MCN) Jatmika Budi Santosa. MCN adalah perusahaan yang ditunjuk untuk membimbing 20 Balkondes di Borobudur.

Menurut Jatmika, saat itu, Menteri BUMN melihat adanya kesenjangan kehidupan masyarakat di sekitar Candi Borobudur. Padahal, Candi Borobudur merupakan destinasi wisata yang setiap tahunnya dapat mendatangkan jutaan wisatawan luar negeri maupun domestik.

Menteri BUMN lalu menginstruksikan agar dilakukan peningkatan secepat mungkin. “Waktu itu, ada 1 desa yang langsung digarap biar bisa jadi pemicu desa yang lain,” tutur Jatmika.

Akan halnya Desa Tuksongo sebagai venue Balkonjazz Festival merupakan Balkondes pertama yang dikunjungi Presiden Joko Widodo dan dipilih karena venue-nya sangat mendukung. “Nantinya pelaksanaan pada tahun selanjutnya akan dilakukan secara bergiliran, mengingat ada 20 Balkondes di kawasan ini. Kita ingin mengangkat semua Balkondes di sini bisa lebih dikenal masyarakat luas,” imbuhnya.

Jatmika menerangkan, ajang festival ini juga dimanfaatkan untuk mendorong potensi dan kearifan lokal. “Masyarakat diberikan ruang sendiri yakni sebuah pasar di sepanjang jalan menuju venue. Mereka bisa mempromosikan dan menjual produk buatan mereka pada lokasi tersebut,” ujarnya.

Sejauh ini, tambah Jatmika, respons masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pasar ini sangat baik. “Kita sudah menyediakan lebih kurang 200 stan untuk masyarakat dari 20 desa binaan Balkondes. Banyak dari mereka juga sudah mulai mendatangi penduduk sekitar venue untuk meminta izin berjualan, jadi memang responsnya sangat positif,” ungkapnya.

Unsur budaya

Sementara itu, Direktur Balkonjazz Festival Bakkar Wibowo dari Sinergi Nusantara menyampaikan, kearifan lokal dan budaya yang ditampilkan dari masyarakat merupakan keunikan festival yang baru pertama kali diadakan ini.

“Selain musik, kita ada Pasar Balkon Tuksongo yang dikhususkan bagi masyarakat lokal. Mulai dari kerajinan hasil pertanian sampai kuliner dapat ditemui di situ. Selain itu, beberapa kesenian tradisional juga akan ditampilkan, salah satu di antaranya yakni sebuah kesenian yang sudah sangat lama ada di Tuksongo yakni Topeng Ireng dan kinara-kinari,” jelasnya.

Bakkar menambahkan seluruh kegiatan festival ini nantinya akan dimulai sejak pagi hari.

“Sejak pukul 9 pagi, kita sudah memulai kegiatan festival ini. Yang kita suguhkan terutama pasar dan kesenian tradisionalnya. Baru pada pukul setengah empat, penampilan musik akan kita awali,” jelasnya.

Pada pelaksanaan Balkonjazz Festival ini, tercatat 8 artis siap memeriahkan panggung Balkonjazz Festival.

“Pada pelaksanaan Balkonjazz Festival besok, ada 8 artis dan 1 penampil dari musisi lokal Magelang. Adapun yang akan hadir dalam kesempatan ini yakni Yura Yunita, Rio Febrian, Payung Teduh, Tashora, Langit Sore, Nosstress, Frau, dan Dialog Dini Hari,” jelas Bakkar.

Ia menambahkan, festival ini sifatnya terbuka untuk umum dan gratis. “Jadi, masyarakat luas dapat datang dan menikmati berbagai hiburan yang telah dipersiapkan. Namun, kita juga memiliki beberapa paket khusus Balkonjazz yang nantinya diintegrasikan dengan homestay yang dikelola Balkondes, dan akan mendapatkan Green Zone View yang berada persis di depan panggung,” imbuhnya.

Bakkar menjelaskan, uang hasil penjualan paket khusus Balkonjazz ini akan masuk ke kas desa.

“Untuk beragam paket yang ditawarkan, nantinya semua pendapatan akan disalurkan ke Balkondes yang dikelola langsung oleh badan usaha milik desa (Bumdes). Jadi hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat secara tidak langsung,” jelasnya.

Sebagai informasi, Balkonjazz Festival yang akan digelar di Venue Balkondes Tuksongo pada 14 September mendatang walaupun gratis untuk umum, tetapi juga menyediakan berbagai paket khusus VIP Balkonjazz bagi para pengunjung. Adapun paket tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori.

Adapun paket-paket yang ditawarkan meliputi silver dengan harga Rp 550.000, gold Rp 850.000, platinum Rp 1.300.000, diamond Rp 1.500.000, maupun group seharga Rp 2.400.000. Selain itu, fasilitas yang akan didapatkan saat menggunakan VIP Package, di antaranya Balkondes Homestay, Balkonjazz VIP Spot Area, Balkonjazz Merchandise T-Shirt, dan masih banyak lagi.

Informasi terkini seputar Balkonjazz Festival bisa disimak di situs web www.balkonjazz.com atau akun resmi Instagram Balkonjazz Festival di @balkonjazz.id. [*]

Sumber Asli:  kompas.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp