Balkon Jazz 2019. Dimeriahkan Sejumlah Nama Sohor.

Jakarta, Suaramerdeka.News –– Dalam rangka perayaan 2 tahun Anniversary Balkondes, BalkonJazz Festival 2019 dipastikan akan kembali hadir bagi penikmat dan penggemar musik tanah air.

Sebagaimana gelaran pembukanya, tahun ini festival jazz yang melibatkan secara aktif masyarakat setempat sebagai bagian dari hajatan jazz itu, akan digelar di Balkondes Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Bakkar Wibowo selaku Project Director, event consultant dan inisiator dari Sinergi Nusantara, pada gelaran perdana BalkonJazz Festival 2019 kali ini akan menampilkan sejumlah nama sohor. “Dari nama Yura Yunita, Rio Febrian, Payung Teduh, Dialog Dini Hari, Langit sore, Tashoora, dan Nostrees & Frau sudah menjalin kesepakatan dengan kami,” katanya di Jakarta, Sabtu (3/8).

Bakkar Wibowo menambahkan, festival BalkonJazz yang menggabungkan antara musik dan budaya ini diharapkan akan menjadi pemantik dalam mempromosikan potensi ekonomi lokal, khususnya tempat di mana diselenggarakan Balkonjazz Festival. “Harapannya pertumbuhan ekonomi di daerah tempat BalkonJazz digelar akan terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

BalkonJazz Festival 2019, mengusung tema Nature in Harmony, dipusatkan di Balkondes Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jateng pada 14 September 2019. dipastikan tidak sekedar akan memberikan hiburan kepada penikmat musik jazz.

Balkondes atau Balai Ekonomi Desa adalah Interconnecting Tourism System berbasis komunitas. Balai ini merupakan program sosial dari BUMN untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Yang tinggal dan mengandalkan ‘perputaran ekonominya’ di sekitar Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah. Sekaligus program pemberdayaan dan pengembangan SDM berbasis wisata.

“Harapannya Balkonjazz Festival ini akan turut mempromosikan desa wisata diseputaran Borobudur, sebagai destinasi baru dengan berbagai atraksi dan potensi sumber daya alam yg sangat menarik,” kata Bakkar Wibowo sembari menekankan desadesa di sekitar Candi Borobudur yang merupakan destinasi nasional dan internasional favorit, harus turut mendapatkan manfaat dan keuntungan ekonomi atas keberadaan Candi Budha terbesar di dunia ini.

“Kami berharap nanti akan muncul banyak festivalfestival di seluruh nusantara, entah musik atau budaya yg akan mampu ikut memberikan kontribusi khususnya dalam dunia pariwisata,” imbuh Bakkar Wibowo.

Atas alasan itulah, Sinergi Nusantara selaku event consultant bekerjasama dengan Manajemen CBT Nusantara dan Balkondes Borobudur, menggelar ajang ini.

Di wilayah Candi Borobudur, terdapat dan tersebar 20 Balkondes. Untuk penyelenggaraan perdana dan pembuka Balkon Jazz tahun ini, dipusatkan di desa Tuksongo. Untuk menyambut acara ini, BUMN selain telah melakukan pembangunan fasilitas rumah tinggal di desa sekitaran Candi Borobudur, juga akan terus memantau berjalannya sebagai program Balkondes.

“Jadi, nanti para penikmat jazz sekaligus musisi jazz nya bisa menginap di sejumlah rumah tinggal warga di desa Tuksongo, yang juga akan menyediakan kebutuhan turunannya. Dengan demikian, ekonomi berputar dengan sendirinya dengan adil. Yang datang senang, yang didatangi happy, ” pungkas Bakkar Wibowo. (benny benke -69)

Sumber Asli: suaramerdeka.news

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp